Sabtu, 12 Mei 2018

Fenomena Pamer Ibadah Di Sosmed Menjelang Ramadhan

Religi- Fenomena Pamer Ibadah Di Sosmed Menjelang Ramadhan, menarik kan judulnya masbrur atau malah menyakitkan xixixi mohon maaf kalau memang begitu, tapi ini fakta.. yang ada.

Ramadhan.. merinding nulis kata ini masbrur, meski tinggal hitungan hari perjumpaan kita dengan Bulan Penuh Rahmat, dan Ampunan tapi tak ada jaminan bahwa kita bisa bertemu di awal atau berpisah di hari terakhir Ramadhan.

Banyak dari kita yang lebih dulu dipanggil Alloh ketika Kontrak yang disepakati sebelum kita dilahirkan sudah berakhir. Beberapa hari yang lalu sempet menyaksikan pemakaman salah satu tetangga padahal sebentar lagi Ramadhan datang.

Atau bahkan pernah juga menjumpai di awal, tengah atau akhir ramadhan saudara kita sesama muslim juga di panggil lebih dulu oleh Alloh.

Meski begitu semua serba berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan pemuda pemudi yang saat ini lebih gandrung dengan sosmednya dari pada sholatnya.


Lebih suka selfie nya daripada tadarus di masjid nya. Bahkan pergi kemasjid dan masih mengenakan mukena sempet sempetnya selfie. Atau selfie di depan masjid kemudian diunggah lah fotonya di media sosial mereka.
Baca Juga : Tren Berburu Foto Milky Way

Untuk apa? Untuk menunjukkan pada orang di sekitarnya bahwa dia ada di masjid bahwa dia mau sholat bahwa dia mau baca Qur'an. Apalagi ketika Ramadhan.. ramai ramai biar dibilang sholeh atau sholihah.

Esensi Ibadah bukan untuk ditunjukkan pada orang kan masbrur? Ibadah merupakan bentuk penghambaan kita pada Pencipta Kita sendiri, jika kita mengharapkan sesuatu dari selain Sang Kholik ketika Beribadah bukan kah itu namanya Riya' dan masbrur juga mbaksis pasti tau definisi riya' itu.

Menurut bahasa riya’ ialah memperlihatkan amal kebajikannya kepada manusia, sedangkan menurut istilah ialah melakukan ibadah dengan tujuan di dalam batinnya karena demi manusia, dunia yang dicari tujuan ibadah tidak karena Allah. Menurut al-Ghazali kata riya’ berasal dari kata al-ru’yat yang berarti melihat.

Apa ada yang larang? Bukan saya atau orang yang larang ya masbrur tapi Q. S Al Anfal : 47

Huruf لا sudah jelas merupakan larangan, lalu Qur'an sendiri yang melarang apa iya kita malah mengingkarinya?.

Sholat kita hanya untuk Pencipta kita bukan untuk dipamerkan pada pacar calon mertua atau bahkan teman, jangan sampai Ibadah kita jadi sia sia seperti dalam Q. S Al Ma'un :4 -7

Ramadhan merupakan Tungku untuk meleburkan karat di hati dan juga di jasad kita, dengan Ramadhan kita diajarkan untuk merasakan penderitaan orang lain sehingga kita bisa menjaga perasaan mereka dan membantu mereka yang membutuhkan bantuan.

Dengan Ramadhan emosi dan penyakit hati kita dibakar habis habisan sehingga hati kita akan bersih seperti karat pada besi yang hilang ketik dibakar dengan api bertekanan tinggi.

Ramadhan merupakan pesantren yang setiap harinya menjadikan kita pribadi yang semakin baik  di mata Alloh bukan mata Sosmed.

Biarlah kita dan Alloh saja yang tau Ibadah kita ya masbrur 😊

Akhir kata مرحبا يارمضان