Rabu, 28 Maret 2018

Seniorisme Yang Mengakar

Info- Religi, Seniorisme Yang Mengakar, masih ingat mbak sis.. tentang berita yang mengabarkan bahwa beberapa Bocah yang masih sd cewek lagi, yang melakukan bullying pada temannya yang juga masih sd? Atau anak sd laki laki yang di bully temannya hingga meregang nyawa?

Bukan hanya sekali dua kali kejadian ini terjadi, atau naik satu tingkat anak SMP yang membully temannya yang juga masih SMP tetapi masih juniornya sampai babak belur? Bahkan lebih ironis lagi pelakunya cewek dan bersekolah di sekolah yang sama.

Naik lagi satu tingkat, berapa banyak anak anak usia sma yang menjadi korban bully ini dan akhirnya mengalami gangguan prilaku sosial yang semestinya tidak pernah terjadi dan tak jarang mengambil korban nyawa.. hanya karena ego dari sang senior.

Di tingkat tertinggi pun tak kalah sadisnya, berapa banyak calon Taruna yang meregang nyawa di tangan bullying ini. Atau berapa banyak mahasiswa yang ahirnya tidak kuasa menahan tekanan batin karena diperlakukan tida baik, sampai ahirnya mengambil jalan pintas dengan mengahiri hidup. Apa sebenarnya yang terjadi? Apa sistim pendidikan yang tidak cocok? Atau pribadi pribadi yang menyimpang?.

Apa pun mungkin mbaksis.. faham seniorisme seolah olah menjadi hukum tertinggi yang memperbolehkan yang penyandangnya berbuat sesuka hati terhadap sesamanya yang menjadi juniornya. Sampai sampai Mengakar kuat dalam budaya perkembangan waktu hingga kini.

Apa sebenarnya Seniorisme ini? Senior merupakan sebutan untuk orang yang lebih dulu bergabung atau mengetahui sesuatu dalam bidangnya. Sedangkan isme biasa digunakan untuk mewakili sebuah pemahaman atau pendapat dari sekelompok orang.

Lalu apa senior tidak pernah salah? Sampai sampai di buatkan hukum.
Pasal 1. Senior tidak pernah salah
Pasal 2. Kalai senior salah kembali kepasal 1.


Tidak tidak setiap manusia itu pasti melakukan kesalahan itu sudah kodrat dari Alloh, seperti dalam sebuah hadis yang artinya

"Manusia itu tempatnya salah dan lupa"

Jadi tidak ada manusia yang tidak pernah salah mbaksis.. oleh karena itu manusia yang baik ialah yang mauengakui kesalahannya dan berusaha memperbaiki kesalahan itu. Bukan memaksakan kehendaknya pada orang yang lebih lemah darinya.

Jika mbaksis pernah membaca Akhlaqulil Baniin, atau Akhlak bagi Seorang Anak, ada bab yang menerangkan bahwa Ada Akhlaq bagi setiap orang, sebagai senior atau kakak, juga sebagai junior atau adik. Semua mempunyai Akhlaq nya masing masing sehingga jika dijalankan InsyaAlloh tidak akan ada bullying atau Seniorisme lagi yang menjangkiti anak anak negri ini.

Tetapi kebanyakan orang tua lebih memilih mendidik anaknya di pendidikan yang sedikit sekali mengajarkan Akhlaq pada anak tersebut, sehingga bukan Akhlaq baiknyang dipeluk dala hati, tapj sebaliknya Akhlaq tercela yang mereka sukai.

Dan ketika besarpun tak ada lagi Akhlaq yang menemani setiap langkah hidupnya, hanya ada goal dan stres yang membayangi kehidupannya. Bahkan lebih parah lagi sifat hubbuddunya atau cinta dunia yang menjadi barometer kehidupannya, na'udzubillah mindzalik

Sampai sampai mereka berkata dengan bangga bahwa "life is a choice" hidup adalah sebuah pilihan. Tetapi mereka tidak sadar bahwa "hidup itu Ibadah" da untuk melihat siapa yang paling baik amalnya.

Dalam Al-Qur'an Jelas jelas diterangkan dalam Surat Adzariyat : 56


Dilain surat juga disinggung yaitu dalam surat Al Mulk, ayat 2


Itulah sejatinya tujuan hidup manusia menurut Al Qur'an, jadi jangan lebay lagi ya mbaksis.. apalagi alay bilang "q diciptakan hanya untukmu" atau a tak bisa hidup tamu... yang benar Hidup dan Mati ku hanya milik Alloh.
"Innasolati wannusuki wamahyaya wamahmati Lillahi Robbil alamin"

Wallohua'lam.